PESBEVI

Penyakit & Tindakan

Dikenal juga sebagai Penyakit arteri perifer, merupakan penyempitan pada pembuluh darah pada daerah di luar jantung, terutama pada kaki, yang terjadi akibat pengapuran (atherosclerosis) pada pembuluh darah. Pengapuran tersebut menyebabkan berkurangnya aliran darah sehingga bagian tubuh yang ujung seperti jari-jari kaki tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen yang cukup. Penyakit ini biasanya muncul pada penderita kencing manis atau diabetes. Hal ini mengakibatkan terjadinya kerusakan atau bahkan kematian jaringan. Bila disertai dengan borok/ulkus atau luka, penyembuhan dapat terhambat sehingga borok atau luka membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sembuh, dan pada banyak kasus bisa berujung pada amputasi.

Penanganan oleh ahli bedah vaskular menggunakan obat-obatan, perawatan luka modern dan jika perlu, dilakukan pembedahan baik terbuka maupun minimal invasif bedah vaskular

Thrombosis vena dalam atau Deep Vein Thrombosis (DVT) adalah terjadinya pembekuan/penggumpalan darah pada pembuluh vena besar. Hal ini terjadi salah satunya dikarenakan melambatnya aliran darah vena, misalnya pada tindakan pembedahan yang lama, imobilisasi yg lama, kerusakan pembuluh darah (peradangan pembuluh darah), hiperkoagulabilitas (darah gampang membeku) pada penyakit keganasan, obesitas, dan kehamilan. Kejadian DVT meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Keluhan pada kaki seringkali muncul akibat lama tidak beraktivitas, riwayat perjalanan panjang seperti naik pesawat, sering berdiri lama, maupun terjadi akibat penyakit lainnya.

Aneurisma adalah kelainan dimana terjadi pembesaran ukuran dari pembuluh darah yang tidak normal. Aneurisma bisa terjadi pada pembuluh darah arteri maupun vena. Seringnya aneurisma terjadi pada pembuluh darah besar aorta pada dada maupun perut.
Ibaratnya sebuah balon, jika dikembangkan terus menerus, lama kelamaan akan pecah. Begitu juga pembuluh darah, jika ukurannya terus membesar, dindingnya akan melemah dan suatu saat akan pecah. Aneurisma pada pembuluh darah yang pecah tentu memiliki resiko fatal jika pecah. Penanganan aneurisma dapat dilakukan dengan operasi terbuka maupun endovaskular minimal invasif.

Borok/luka kaki diabetes atau diabetic foot ulcer (DFU) atau ulkus diabetikum adalah luka yang tidak sembuh pada kaki, yang merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis(diabetes). Satu dari dua penderita diabetes dapat mengalami DFU. DFU paling sering terjadi pada daerah kaki yang menjadi tumpuan ataupun yang sering terkena gesekan alas kaki. Penyebab terjadinya luka adalah gabungan antara kelainan pembuluh darah (angiopati) dan kelainan saraf (neuropati). Angiopati, yaitu penyempitan pembuluh darah kaki, serta neuropati, rusaknya saraf sehingga pasien tidak menyadari ada luka dan tidak sensitif lagi terhadap nyeri.

Gejala yang muncul biasanya adalah luka pada daerah telapak kaki. Luka bisa semakin membesar bila tidak ditangani dengan baik. Luka bisa mengeluarkan nanah dan menyebabkan jaringan mati. Jika infeksinya naik menyebar, pasien bisa demam tinggi, kerusakan jaringan dalam, yang malah bisa berakhir pada amputasi.

Varises atau penyakit vena kronis atau chronic venous insufficiency (CVI) adalah penyakit kelainan vena pada tungkai bawah. Penyakit ini terjadi akibat adanya kebocoran aliran pembuluh darah balik (vena). Kebocoran tersebut diakibatkan oleh kerusakan katup vena. Kelainan vena superfisial ini tampak berupa pelebaran diameter pembuluh darah dan berkelok-kelok sedemikian rupa sehingga diak hanya menimbulkan masalah gangguan kosmetik saja tetapi juga dapat menimbulkan masalah gangguan fungsi tungkai yang lebih serius. Varises lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki, dan sering terjadi pada saat kehamilan akibat tekanan tinggi pada daerah perut. Varises yang terjadi di anus dinamakan wasir/hemorrhoid.

Gejala awal yang dirasakan oleh pasien adalah rasa pegal, tidak nyaman atau berat saat berdiri. Pada kondisi lanjut, keluhan ini bisa disertai kaki bengkak, timbul penggelapan warna kulit pada pergelangan kaki, bahkan hingga terjadi borok/luka.

Varises merupakan penyakit bukan sekedar masalah kosmetik. Bila dibiarkan dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Berkonsultasilah dengan dokter subspesialis bedah vaskuler anda untunk mengetahui pilihan tindakan yang bisa anda dapatkan. Terapi minimal invasif pada kasus varises semakin maju dan beragam sehingga dapat ditangani dengan luka hanya sebesar lubang infus, antara lain : endovenous laser ablation (EVLA), radiofrequency ablation (RFA), maupun venaseal.

Iskemik tungkai akut atau Acute Limb Ischemia (ALI) adalah penurunan aliran darah di tungkai secara tiba-tiba akibat adanya sumbatan. Penyebab utama ALI adalah karena thromboemboli atau bekuan darah yang timbul akibat gangguan irama jantung dan dibawa aliran darah ke kaki. Hal ini dapat berakibat pada matinya jaringan kaki dan berisiko tinggi berakhir dengan amputasi.

Gejala awal ALI ditandai dengan 6P, yaitu

· Pain (nyeri)

· Paraesthesia (sensasi berkurang)

· Paralysis (kelemahan tungkai)

· Pallor (pucat)

· Pulselessness (nadi tidak teraba)

· Poikilotermia (rasa dingin di kaki)

Diagnosis dan penanganan ALI harus dilakukan secara cepat dan tepat, karena bila terlambat lebih dari 6 jam, maka telah terjadi kerusakan jaringan yang ireversibel dan berisiko tinggi berakhir dengan amputasi. Dokter subspesialis bedah vaskuler dapat memberikan obat-obatan untuk menghancurkan bekuan darah yang menyumbat, melakukan tindakan operasi minimal invasive untuk mengeluarkan atau menyedot bekuan darah, ataupun melalui pembedahan. Segera cari dokter bedah subspesialis vaskuler bila ada mengalami salah satu dari gejala 6P tersebut!

Anomali vaskular adalah kelainan atau gangguan pada sistem pembuluh darah, baik pada vena maupun arteri. Anomali vaskular diklasifikasikan sebagai tumor pembuluh darah atau malformasi pembuluh darah.

Secara umum, tumor pembuluh darah terdiri dari :

1. Hemangioma

2. Angiosarcoma

Secara umum, malformasi pembuluh darah terdiri dari :

1. Limfatik malformasi

2. Malformasi vena

3. Malformasi arteri-vena

Diagnosis beberapa anomali vascular dapat ditegakkan sejak lahir, namun ada beberapa yang muncul saat dewasa.

Segera konsultasi keluhan anda ke dokter bedah vascular dan endovascular di kota anda, terapi obat-obatan dalam beberapa kasus sangat membantu mengecilkan ukuran tumor dan jika diperlukan untuk tindakan pembuangan tumor atau dengan keterisasi zat embolisasi agar kelainan pembuluh darah mengecil.

Trauma vaskular adalah cedera pada pembuluh darah, dapat terjadi pada pembuluh darah arteri yang mana membawa darah ke ekstremitas atau organ penting lain, dapat terjadi pada vena yang mana membawa darah kembali ke jantung. Trauma pada pembuluh darah dapat menyebabkan pembekuan darah (thrombosis) sehingga menggangu aliran darah ke organ-organ penting sehingga dapat berakhir katastrofik dengan kondisi iskemia dan nekrosis jaringan. Trauma pembuluh darah dapat menyebabkan perdarahan masif yang mengancam nyawa. Tentunya trauma pembuluh darah ini merupakan kasus emergensi atau harus segera ditatalaksana dengan tepat.

Dokter subspesialis bedah vaskular dan endovaskular mampu melakukan rekonstruksi pembuluh darah dan penghentian perdarahan baik dengan pembedahan maupun dengan tindakan embolisasi. Serta apabila telah terjadi fistula abnormal akibat trauma maka dapat dilakukan penutupan fistula dengan cara operasi dan tanpa operasi.

Akses vaskular untuk hemodialisa adalah jalur untuk mempertahankan kehidupan pada penderita End Stage Renal Disease (ESRD) / gagal ginjal kronik ,karena penderita gagal ginjal  memerlukan Hemodialisa yang dalam pengertian awam kita kenal sebagai cuci darah terus menerus. Kecuali jika penderita menjalani transplantasi ginjal.

Pada penderita yang menjalani cuci darah maka diperlukan akses yang menghubungkan pembuluh darah dengan mesin, dapat dipasang suatu selang yang dinamakan catheter double lumen (CDL). CDL ada yang jangka pendek (non-tunnel) dan yang jangka panjang (tunneling), kateter tersebut dimasukkan pada pembuluh darah vena leher dimana ujung kateter diposisikan dekat atrium sehingga dapat mendukung hemodialisis yang adekuat. Untuk akses cuci darah permanen dibuat yang dinamakan Arteriovenous shunt (AV Shunt ) atau yang awam dikenal operasi Cimino, dimana pembuluh darah arteri dan vena pada lengan disambungkan. 

Fistulasi (hubungan) dari arteri vena akan menyebabkan vena lengan menjadi besar dan kuat untuk ditusuk untuk akses cuci darah. Angka kegagalan AV Shunt cukup tinggi (18-33%) apabila tidak dikerjakan secara benar, baik perencanaannya maupun tehnis operasinya. Subspesialis bedah vaskular dan endovaskular dapat melakukan perencanaan berupa diagnostik doppler ultrasound mapping, tehnik pembedahan yang baik dengan tidak mencederai lapisan dalam pembuluh darah serta mampu mengevaluasi potensi masalah-masalah yang berakibat terjadinya komplikasi serta mampu menangani komplikasi dari akses apabila hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi. Komplikasi dari akses dapat diterapi dengan pembedahan terbuka dengan cara revisi/rekonstruksi AV Shunt atau dengan tindakan minimal invasif intervensi kateterisasi dan pemasangan ballon dan stent serta tindakan intervensi untuk meningkatkan atau menurunkan bloodflow pada AV Shunt tersebut.

Hampir semua jenis tumor tumbuh akibat adanya pembuluh darah yang memberi pasokan darah kedalam tumor tersebut. Tindakan embolisasi adalah tindakan intervensi dengan cara minimal invasif dengan menutup pembuluh darah selektif yang signifikan memberikan pasokan darah kepada tumor, dengan demikian perkembangan tumor bisa dihambat. Pada kasus tumor yang akan dilakukan tindakan operasi eksisi atau eksisi luas maka tindakan embolisasi dapat membantu membuat perdarahan yang terjadi menjadi lebih sedikit dan perdarahan lebih mudah dikontrol, akibatnya proses operasi menjadi lebih mudah, lapangan operasi lebih jelas akibat perdarahan yang sedikit pada akhirnya proses operasi eksisi dapat mencapai tujuan eksisi yaitu bebas tumor. Subspesialis bedah vaskular dan endovaskular bekerjasama dengan ahli bedah yang lain yang melakukan operasi eksisi tumor seperti ahli bedah digestif (pencernaan), bedah Onkologi (Tumor), bedah Urologi, dll.